بسم لله الرحمن الرحيم
الحمدلله رب العالمين ، وبه نستعين على أمور الدنيا والدين ،وصلى لله وسلم على سيدنامحمد خاتم النبيين ،واله وصحبه أجمعين ، ولاحول ولا قوة إلا ب لله العلي العظيم
الحمدلله رب العالمين ، وبه نستعين على أمور الدنيا والدين ،وصلى لله وسلم على سيدنامحمد خاتم النبيين ،واله وصحبه أجمعين ، ولاحول ولا قوة إلا ب لله العلي العظيم
Bismillaahirrohmaanirrohiim. Alhamdulillaahi Robbil 'Aalamin. Wabihii Nasta'iinu 'Alaa Umuuriddunyaa Waddiini. Washollallaahu 'Alaa Sayyidinaa Muhammadin Khootamannabiyyiina Wa Aalihii Washohbihii Ajma'iina. Walaa Hawla Walaa Quwwata Illaa Billaahil'aliyyil 'Azhiim.
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang . Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam . Dan dengannya kami mohon pertolongan atas segala urusan dunia dan agama . Dan Allah bersholawat atas junjungan kita Muhammad penutup para Nabi dan atas keluarganya dan sahabatnya semua . Dan tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi Maha Agung.
1.) Basmalah
BismillahiRohmanirrohim. Kalimat pembuka yang Dipakai Mushonif Kitab Safinatun Najah. mengapa diawali dengan Basmalah? Karena menurut Hadits Nabi SAW;
كل أمر ذي بال لا يبدأ فيه ب ( بسم الله الرحمن الرحيم ) فهو أبتر
Kulu Amrin Dzi Baalin La Yubdau Fihi Bi Bismillahirohmanirrohim
Kulu Amrin Dzi Baalin La Yubdau Fihi Bi Bismillahirohmanirrohim
Setiap sesuatu yang ada kepentingannya tidak diawali dengan membaca bismillah irrohmanirrohim maka ia terputus
Hadis ini diriwayatkan oleh al-Khathib al-Baghdadi dan Abdul Qadir ar-Rahawiy.
Dari jalur Abdul Qadir ar-Rahawi, sanad hadis ini adalah dari Ahmad bin Muhammad bin ‘Imran, dari Muhammad bin Shalih al-bashri, dari Ubaid bin Abdul Wahid bin Syarik, dari ya’qub bin Ka’b al-Anthakiy, dari Mubasyir bin isma’il, dari al-Auza’I, dari az-Zuhri, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah. Permasalahannya teletak pada Ahmad bin Muhammad bin Imran, Dia dikenal juga dengan nama Ibnu al-Jundi. Al-Khathib al-Baghdadi di dalam kitab taikh al-Baghdad menjelaskan tentang kepribadiannya, “Periwayatannya didhoifkan, dan dia dicela karena madzhabnya (syi’ah). Karena itulah al-albani menganggap hadis ini dhoif jiddan (sangat lemah)
Hadis yang sangat lemah tidak bisa menjadi hujjah, atau dasar hukum.
Dari jalur Abdul Qadir ar-Rahawi, sanad hadis ini adalah dari Ahmad bin Muhammad bin ‘Imran, dari Muhammad bin Shalih al-bashri, dari Ubaid bin Abdul Wahid bin Syarik, dari ya’qub bin Ka’b al-Anthakiy, dari Mubasyir bin isma’il, dari al-Auza’I, dari az-Zuhri, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah. Permasalahannya teletak pada Ahmad bin Muhammad bin Imran, Dia dikenal juga dengan nama Ibnu al-Jundi. Al-Khathib al-Baghdadi di dalam kitab taikh al-Baghdad menjelaskan tentang kepribadiannya, “Periwayatannya didhoifkan, dan dia dicela karena madzhabnya (syi’ah). Karena itulah al-albani menganggap hadis ini dhoif jiddan (sangat lemah)
Hadis yang sangat lemah tidak bisa menjadi hujjah, atau dasar hukum.
Walaupun Hadits ini Dhoif Jiddan tetapi Rasulullah Memang sangat Jelas Memerintahkan Kita untuk mengawali segala perbuatan dengan membaca bismillah Seperti saat makan, Berdzikir, Masuk masjid Dsb. Dan rasulullah juga memulai surat-surat Al-Qur'an Al Karim Dengan lafadz 'bismillah'
Banyak manfaat yang bisa kita dapatkan melalui Bismillah. Salah satu nya Menurut Hadits Yang diriwayatkan oleh Al Hakim dalam Al Mustadrok
إذا دخلتم بيوتكم فسلموا على أهلها و إذا طعمتم فاذكروا اسم الله و إذا سلم أحدكم حين يدخل بيته و ذكر اسم الله على طعامه يقول الشيطان لأصحابه لا مبيت لكم و لا عشاء و إذا لم يسلم أحدكم و لم يسم يقول الشيطان لأصحابه أدركتم المبيت و العشاء
Jika kalian masuk ke dalam rumah kalian maka ucapkanlah salam pada penghuni rumah. Jika kalian makan maka sebutlah nama Allah. Ketika kalian masuk rumah dan menyebut nama Allah ketika makan maka setan berkata kepada teman-temannya, “Tidak ada tempat menginap untuk kalian dan tidak ada makan malam”. Jika kalian masuk tidak mengucapkan salam dan tidak membaca basmalah maka setan berkata kepada teman-temannya, “Kalian sudah mendapatkan tempat menginap dan makan malam”.
Hukum membaca Bismillah ada 5;
1. Wajib
Hukum membaca Bismillah menjadi ''Wajib'' Ketika kita membaca Surat Al-Fatihah selagi solat. karena menurut Madzhab Syafi'i Bismillah merupakan salah satu ayat dari Al Fatihah. tidak sah solatnya bila tidak membaca Al-Fatihah.
Hukum membaca Bismillah menjadi ''Wajib'' Ketika kita membaca Surat Al-Fatihah selagi solat. karena menurut Madzhab Syafi'i Bismillah merupakan salah satu ayat dari Al Fatihah. tidak sah solatnya bila tidak membaca Al-Fatihah.
2. Sunnah
Hukum membaca Bismillah menjadi ''Sunnah''. ketika kita hendak memulai pengajian, membaca Bismillah hukumnya Sunnah dan mengawali surat surat di Al-Quran dengan Bismillah adalah Sunnah, kecuali Surat Al-Fatihah dan At Taubah
Hukum membaca Bismillah menjadi ''Sunnah''. ketika kita hendak memulai pengajian, membaca Bismillah hukumnya Sunnah dan mengawali surat surat di Al-Quran dengan Bismillah adalah Sunnah, kecuali Surat Al-Fatihah dan At Taubah
3. Haram
Hukum membaca Bismillah akan menjadi ''HARAM'' bilamana kita membaca bismillah ketika mengawali surat At Taubah.
Oleh sebab itu, di dalam Mushaf Al-Qur'an tidak ada ''Bismillah'' pada Awal Al-Qur'an.
Adapun Hukum membaca Bismillah ketika ingin berbuat Maksiat Juga adalah ''Haram'' Contohnya ketika kita Membaca Bismillah saat ingin Mencuri.
Hukum membaca Bismillah akan menjadi ''HARAM'' bilamana kita membaca bismillah ketika mengawali surat At Taubah.
Oleh sebab itu, di dalam Mushaf Al-Qur'an tidak ada ''Bismillah'' pada Awal Al-Qur'an.
Adapun Hukum membaca Bismillah ketika ingin berbuat Maksiat Juga adalah ''Haram'' Contohnya ketika kita Membaca Bismillah saat ingin Mencuri.
4. Makruh
Hukum Membaca Bismillah Menjadi ''Makruh'' ketika kita membaca Bismillah saat ingin memakan makanan yang Ber-bau-bauan, Contohnya seperti Jengkol, Petai, Durian. Karena ketika kita Sholat berjama'ah, Bau dari Makanan tersebut mengganggu Jama'ah lainnya yang sedang solat.
Hukum Membaca Bismillah Menjadi ''Makruh'' ketika kita membaca Bismillah saat ingin memakan makanan yang Ber-bau-bauan, Contohnya seperti Jengkol, Petai, Durian. Karena ketika kita Sholat berjama'ah, Bau dari Makanan tersebut mengganggu Jama'ah lainnya yang sedang solat.
5. Jaiz
Hukum membaca Bismillah menjadi Jaiz (Boleh) ketika kita ingin membaca Bismillah untuk memulai aktivitas. Adapun dalam Al Qur'an membaca Bismillah bisa menjadi Jaiz (Boleh) ketika membaca Bismillah di Tengah-Tengah Surat.
Hukum membaca Bismillah menjadi Jaiz (Boleh) ketika kita ingin membaca Bismillah untuk memulai aktivitas. Adapun dalam Al Qur'an membaca Bismillah bisa menjadi Jaiz (Boleh) ketika membaca Bismillah di Tengah-Tengah Surat.
2.) HAMDALAH
Kalimat Hamdalah adalah kalimat yang berbunyi "Alhamdullilahirobbil'alamiin". Mushonif Kitab Safinatun Najah menulis hamdalah setelah bismillah untuk mengawali Kitab. Mengapa? Sebagian ulama mengatakan: “Disunnahkan memulai membaca “Alhamdulillah” setiap kali menyusun buku, mempelajari ilmu, berkhutbah, menikah, dll. Pujian kepada Allah Swt. ini, ibarat hadiah dari orang yang hendak minta tolong, sebelum permintaanya itu disebutkan. Dengan harapan permintaan tolongnya tersebut akan segera dikabukan.
Hukum Membaca Hamdalah Ada 4;
1. Wajib, Ketika berkhutbah, Karena membaca Hamdalah termasuk Rukun Khutbah
2. Sunnah, Ketika selesai melakukan aktivitas sehari-hari didasari rasa Syukur atas Nikmat yang telah diberikan dari Allah SWT.
3. Makruh, Ketika mulut sedang dalam keadaan Najis atau Berada di tempat Kotor
4. Haram, Ketika senang melaksanakan Maksiat.
2. Sunnah, Ketika selesai melakukan aktivitas sehari-hari didasari rasa Syukur atas Nikmat yang telah diberikan dari Allah SWT.
3. Makruh, Ketika mulut sedang dalam keadaan Najis atau Berada di tempat Kotor
4. Haram, Ketika senang melaksanakan Maksiat.
Dari segi maknanya, Lafadz 'Alhamdullilahirobbil'alamin' adalah puji seorang Makhluk kepada Allah SWT. dengan didasari rasa syukur. Karena Semua Pujian Adalah Milik Allah.
Puji Terbagi 4;
1. Puji Qodim 'ala Qodim, Artinya Pujian Allah kepada Allah sendiri. Contohnya banyak terdapat di dalam Al-Qur'an;
إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
Inniy A'lamu ma la ta'lamuun
Inniy A'lamu ma la ta'lamuun
"Sesungguhnya allah mengetahui apa yang kalian tidak ketahui"
(Q.S Al Baqarah 1: 30)
(Q.S Al Baqarah 1: 30)
2. Puji Qodim 'ala Hadits, Artinya Puji Allah terhadap makhluknya. Contohnya;
وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيم
Wa innaka la'ala Khulqin adzhiim.
Wa innaka la'ala Khulqin adzhiim.
"dan Sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar Diatas Budi pekerti yang baik"
(Q.S Al Qolam : 4)
(Q.S Al Qolam : 4)
3. Puji Hadits 'ala Qodim, puji Makhluk kepada Allah. Contohnya seperti bacaan Dzikir;
Subhanallah,Alhamdullilah,Laa Ilaha ilallah,Allohu akbar, Laa Haula wala quwwata illa billahil 'aliyyil adzhim.
4. Puji Hadits 'ala Hadits, artinya Puji Makhluk kepada makhluk lain. Contohnya seperti Nabi Muhammad SAW. memberikan Gelar kepada Sayyidina Abu Bakar "As Shidiq".
3.) SOLAWAT
Ma'na Solawat Ada 3;
Ma'na sholawat yang datangnya dari Allah adalah Rohmat dan keridhoanNya'
Jika dari malaikat ma'nanya do'a dan istighfar
Jika dari dari umat ma'nanya do'a dan mengagungkan baginda nabi Muhammad SAW.
Jika dari malaikat ma'nanya do'a dan istighfar
Jika dari dari umat ma'nanya do'a dan mengagungkan baginda nabi Muhammad SAW.
4.) LA HAULA WALA QUWWATA ILA BILLAHIL'ALIYIL ADZHIM
Dzikir Ini mengandung Makna bahwa Segala Kekuatan hanyalah milik Allah SWT. kalimat ini adalah ke tawakal-an seorang hamba kepada Allah. Kalimat ini cocok dibaca ketika ingin Lomba, Pekerjaan, Keluar Rumah,Menuntut Ilmu dan Urusan lainnya. yang nantinya akan membangun sifat Optimis pada semua urusan. Rasa Tawakal pada Allah akan membuat seorang Manusia tenang dalam menjalani Hidup karena meyakini bahwa tiada Kekuatan melainkan kekuatan Allah SWT. serta menyerahkan diri kepada Allah SWT.
Sebagaimana Firman Allah SWT;
Sebagaimana Firman Allah SWT;
وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّهُ ۥ مَخۡرَجً۬ا (٢) وَيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُۚ وَمَن يَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسۡبُهُ ۥۤۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَـٰلِغُ أَمۡرِهِۦۚ قَدۡ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىۡءٍ۬ قَدۡرً۬ا
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS Ath-Thalaq:2-3)
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS Ath-Thalaq:2-3)
Ketahuilah Sesungguhnya "La Haula Wala Quwwata ila billah" adalah Harta terpendam di Arsy Ar-Rahman
dengan kalimat ini, kita bisa Lebih semangat dalam mengkaji Kitab Safinah ini.

Bagus
BalasHapusIzin qobiltu
BalasHapus