Pembahasan Kitab Safinatun Naja (1) Muqodimah

Assalamualaikum Wr Wb.
Alhamdulillahirobbil 'alamin wabihi nasta'in Ala umuriddunya   wa din wa sholatu wassalamu ala asyrofil anbiya i wal mursalin wa 'ala alihi wa shohbihi ajmain.
Yang terhormat : Alim Ulama, Guru Guru, Ustadz wal Ustadzah, Ibu-ibu,Bapak-bapak Pembaca blog ini. Terima kasih telah berkunjung ke blog dengan postingan pertama kami.
Para Pembaca Yang Dirahmati oleh Allah. Siapa Yang tak kenal kitab Safinatun Najah? Kitab yang paling terkenal di indonesia. Kitab Ini sering Dikaji pada Pondok pesantren di pelosok Nusantara. Mengapa? karena kitab ini memuat dasar dasar Agama, Fiqih dan kewajiban hamba terhadap tuhannya. tentunya Kitab kuning ini sangat bermanfaat bagi orang yang ingin mendalami Ilmu Agamanya. Lalu siapakah Pengarang Kitab Kuning ini? Beliau adalah Syekh Salim Ibnu Sumair Al Hadhromy.

BIOGRAFI
Al-Allamah Asy-Syaikh Salim bin Abdulloh bin Sa’ad bin Abdulloh bin Sumair Al-Hadhromi Asy-Syafi’I, dikenal sebagai seorang ulama’ ahli fiqih (al-faqih), pengajar (al-mu’allim), hakim agama (al-qodhi), ahli politik (as-siyasi) dan juga ahli dalam urusan kemiliteran (al-khobir bisy-syu’unil ‘askariyah). Beliau dilahirkan didesa “Dzi Ashbuh” salah satu desa dikawasan Hadhromaut, Yaman.
Syekh Salim memulai pendidikannya dalam bidang agama dengan belajar Al-Qur'an kepada ayahnya yang juga merupakan ulama besar, yaitu Syekh Al-Allamah Abdullah bin Sa'ad bin Sumair, hingga beliau mampu membaca Al-Qur’an dengan benar. Lalu beliau ikut mengajarkan Al-qur’an sehingga beliau mendapat gelar Mu'allim. Mu'allim adalah sebuah gelar Hadhromaut kepada seseorang yang tekun mengajari Al-Qur’an. Sebagaimana Hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Sayyidina Utsman Bin Affan;
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ القُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“Sebaik baik orang diantara kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya” (Shohih Bukhori, no.5027)
Beliau juga belajar ilmu-ilmu agama lainnya pada ayahnya dan pada ulama-ulama hadhromaut pada abad ke-13 Hijriyah.
Setelah itu beliau telah menguasai berbagai ilmu agama beliau mengabdikan dirinya untuk mengajarkan ilmu agamanya, mulailah berdatangan para penuntut ilmu kepada beliau. diantara murid beliau yang Masyhur adalah Al-Habib Abdulloh bin Thoha Al-hadar Al-Haddad dan Syekh Al-Faqih Ali bin Umar Baghuzah. Semenjak itu nama beliau menjadi masyhur dan dipuji dimana mana, setingkat dengan guru beliau, Asy-Syaikh Al-Allamah Abdulloh bin Ahmad Basudan.
Selain Pintar Ilmu Agama, beliau juga pintar dalam Bidang Politik dan Bidang Militer. Dikisahkan, pada suatu ketika Syekh diminta membeli persenjataan yang canggih, maka beliau berangkat menuju Singapura dan mengirimnya ke Negrinya.
Beliau Juga Pernah diangkat menjadi Penasehat Sultan Abdullah Bin Muhsin. Pada Awalnya memang sang sultan menuruti saran-saran beliau. Tetapi Lama kelamaan Sang Sultan Tidak lagi menuruti Saran-sarannya. dan akhirnya memutuskan Untuk hijrah ke India dan Pulau Jawa
Walaupun Sangat Sibuk. beliau tidak pernah lupa ibadah, Beliau dikenal ahli dzikir. Dikisahkan beliau pernah mengkhatamkan Al Quran pada saat Thowaf Di Kakbah.
Salah satu Karyanya Adalah Kitab SAFINATUN NAJAH yang memuat pokok pokok agama dan Kewajiban Hamba Pada Tuhannya. Kitab ini sering dipelajari di berbagai Madrasah Diniyyah, Dan Pondok Pesantren di Indonesia.
Sekian Artikel saya, Terima Kasih, Semoga Bermanfaat
Wassalamualaikum Wr Wb.

1 Response to "Pembahasan Kitab Safinatun Naja (1) Muqodimah"

  1. Dilarang Komen yang mengandung Unsur Pornografi, SARA, Spam

    BalasHapus